Cerita Endri, cerita perjalanan ibu dua anak, dibuat happy dengan segala kebaperannya :)

Friday, March 20, 2020

Kekhawatiran tentang virus corona dan penyakit covid 19

Sejak hari Kamis malam minggu lalu badan mbak iyya demam tinggi hingga jumat paginya mbak iyya nggak bisa masuk sekolah. Alhamdulillah di hari jumat pagi itu suamiku udah pulang, jadi aku bisa masuk kantor.
Jumat siang aku berencana membaca mbak iyya ke klinik, tapi ternyata tutup 😕. Kondisi mbak iyya dijumat siang itu masih demam dan mulai pilek. Lalu kubelikan obat parcet untuk mbak Iyya, tp kok ya mbak Iyya tetep nggak mau minum obat itu 😥. Akhirnya ya cuma mengandalkan aneka minyak essensial untuk dioles, didiffuse dan campuran air mandinya. Alhamdulillah demamnya turun..
Tapi dr Sabtu pagi sampai minggu malah mbak iyya malah mulai sering batuk2 heboh sampai muntah2 keluar cairan asam lambungnya 😫.
Lalu siangnya kudengar berita tentang wabah virus corona yang sudah menjangkiti beberapa orang di depok & jakarta. Akupun makin panik. Karena di bulan februari mbak iyya & fazil sempat naik kereta k bogor yg melewati jakarta dan depok. Apa mungkin saat d stasiun ada orang yg udah terinfeksi virus corona yang belum terdeteksi 🤔 Tapi kemudian kubuang jauh2 pikiran itu sambil berdoa semoga mbak iyya segera sembuh..
Senin pagi kubawa mbak Iyya ke klinik, dokternya pegang2 dahi mbak iyya yang masih demam ringan lalu menuliskan diagnosa ISPA di RMnya dan membuat resep obat untuk mbak iyya. Setelah menunggu beberapa saat.. obatnya sudah selesai diracik.. dan ternyataa.. obatnya berbentuk puyer.. alamat bakal ditolak sama tubuhnya mbak iyya ini.. 😖 kuputuskan untuk mencari obat sirup yang enak untuk meredakan batuk pilek dan demamnya mbak iyya. Setelah nanya beberapa teman dan saudara, akhirnya ku memilih membelikan OBH anak dengan rasa strawberry kesukaan mbak iyya.
Drama meminumkan obat mbak Iyya dimulai, awalnya kupaksa tapi malah disemprot keluar lagi.. terus mbak iyya bilang mau minum sendiri. Segera kutuangkan sirup obat di gelas takar, lalu aku berikan ke mbak iyya. Ku rayu2 mbak iyya untuk meminumnya tapi mbak iyya selalu mengalihkan topik utama.. malah nanyain tentang piknik ke pantai 😄, setengah jam berlalu dan mbak iyya belum meminum obatnya juga, berakhir dengan mbak iyya menumpahkan sirup obatnya di kursi 🙈.
Senin malam mbak iyya masih demam ringan dan batuknya masih menggigil. Selasa pagi, Alhamdulillah mbak iyya sudah mulai ceria dan mau lonjak2 di kasur lagi. Mudah2an ini pertanda kondisi mbak iyya mulai sembuh..
Selasa pagi aku berangkat kerja, karena kan nggak enak kemarin udah ijin masak mau ijin lagi, kan malu 🙈
Sore hari saat pulang kerja dpt laporan dr uti kalo mbak iyya udah mau minum obat sendiri.. tp mbak iyya kena diare, degggg (langsung auto panik krn di kantor td sempat baca gejala covid 19 ini ada demam, batuk, hidung berair, sesak nafas dan diare 😭. Setelah aku membersihkan diri, aku tiduran disamping mbak iyya dan menghitung hembusan nafasnya, Alhamdulillah kurang dari 40 hembusan per menit (hembusan nafas normal anak umur 2-5 th itu maksimal 40 hembusan per menit). Lalu kutanya mbak iyya tadi pup berapa kali, jawabnya "2x" trus uti menyela "cair kayak pipis pupnya" hmmm.. cuma 2x, mungkin efek dr pilek dan dahaknya kali ya..
Di selasa malam, mbak iyya sudah membaik, mau mainan lagi dan sudah melonjak2 di atas kasur bersama adiknya..  rumah kembali ramai. Alhamdulillah sakitnya sudah berlalu, pikirku. Malam itu semua bisa tidur dengan nyenyak.
Rabu pagi, tak seperti biasanya dek Fazil rewel dan tidak mau terpisah dari gendonganku. Ku raba dahinya memang agak demam.. duh.. pasti ketularan mbak Iyya ini, pikirku.
Dari pagi sampai siang kuturutin Fazil di gendongaku sampai dia tertidur. Begitu dia tertidur, aku tinggal ke kantor sampai sore. Pulang dari kantor, setelah membersihkan diri ku gendong2 lagi si Fazil. Kuraba dahinya kok demam bangeet 😭, ku kasih sirup obatnya alhamdulillah berhasil tertelan masuk ke tenggorokannya. 

Besok lagi ya, beneran ngantuk ini

S e l e n g k a p n y a

Thursday, March 19, 2020

children rivalry

Sekarang ini dua anakku mbak Iyya & Fazil sedang seneng2nya rebutan, bikin stok sabar ibuknya harus seluas samudra Hindia Pasifik 😆.
Ada Beberapa kejadian yang ingin kudokumentasikan di blog ini, biar nggak lupa untuk menyampaikan cerita2 yang menggemaskan ini saat mereka udah besar nanti 😊.
Saat berbelanja, pasti selalu ada pikiran "duo balita mau dibelikan apa yaa". Kalo buku cerita kan aku belinya 1 pcs untuk setiap jenis buku ya.. kalo makanan ya beli 2 pcs untuk setiap jenis snack.. kalo mainan beli 2 pcs tapi beda warna atau beda bentuk sesuai jenis kelamin mereka.. dari situ.. selalu ada celah mereka untuk rebutan 😂 kadang sampai cukup menguras emosyi
Lanjut besok ya, aku udah ngantuk ini kayaknya 😁

S e l e n g k a p n y a

kapanlagi pup ditungguin anak

Di sore yang entah keberapa kalinya, sepulang dr kerja, aku sempetin bermain sama anak2 karena aku tu gampang kangeen sama kelucuan mbak Iyya dan dek Fazil duo balitaku, begitupun mereka.. kalo sudah melihat ibuknya pulang langsung auto apa apa ibuuk 😄.
Setelah mereka asik bermain berdua, aku pergi perlahan-lahan sampai aman dari pencarian mereka, lalu aku mandi yang kadang2 disertai pup 🤭.
Saat baru setengah pup yg keluar.. kudengar suara Fazil "Ibuk mana, ibuk mana" (sambil nangis) daan Utinya auto jawab "Ibuk mandii". Lalu terjadilah drama gedor2 pintu kamar mandi 😆, buka nggak yaa? Maunya sih nggak dibuka sampai aku selesai mandi.. tapii mana mungkin ibuk tega.. Kubuka pintu kamar mandi, kugendong Fazil, lalu aku teruskan pupnya sambil menenangkan Fazil 🤣. Setelah Fazil cukup tenang dan bisa diajak ngobrol/cerita.. kuturunkan dr gendongan.. lalu kuselesaikan pupku, lanjut mandi dengan Fazil masih di dlm kamar mandi juga. Jadi aku tu mandinya sambil ngobrol sama Fazil, dengerin ceritanya atau jawabin pertanyaannya. Emang Fazil nggak bakal ikut basah? Ya basah dong, kecipratan gebyuran air mandi aku.. Setelah aku selesai mandi aku gendong Fazil ke kamar untuk ganti baju lagi 😄.
Kalo dipikir kesel ya kesel, nggak nyaman ya nggak nyaman banget rasanyaa.. tapi setelah menghadapi kejadian kayak gini berulang kali kan ya harus dihadapi dengan senyuman 😊. Bye-bye privasi deh kl sama anak.. Namanya juga anak keciil.. Ya harus saabaaar..
Bisa dikatakan porsi sabarku saat ini yg terbesar adalah untuk anak, sekitar 90% laah.. cuma 10% yang tersisa untuk menghadapi cobaan lain, misaal.. amazingnyanya orang2 d kantor.. unyunya tetangga2.. hobinya suami.. 😂 stay strong gaess 💪
Ini aku post biar nggak lupa, buat cerita saat Fazil sudah besar nanti 😁 Maaf kalo agak jorok yaa 🙏
S e l e n g k a p n y a

Thursday, December 26, 2019

Andai Ku Bisa Membelah Diri seperti Protozoa



Mamaa.. aku mau digendong, tapi aku ngga mau temenan sama adek.. (padahal adeknya ada di gendonganku). Lalu adek auto nangis karena nggak mau diturunin. Andai aku bisa membelah diri, separuh aku akan menggendong Mbak Iyya dan separuh aku menggendong dek Fazil 😄


Tiga hari yang lalu, anak-anakku sakit berbarengan. Mbak Iyya dan Faziel kena demam dan flu yang membuat mereka cranky sepanjang hari. Maunya aneh-aneh dan kalo sudah dituruti pun belum tentu kepeneran. Amazingnya.. mereka nggak mau sama ayahnya, jadi maunya sama ibunya sepanjang hari tidur-tiduran. Padahal lantai rumah udah sampai lengket, cucian banyak, jemuran yang belum disetrika udah menggunung,


Seperti saat ditanyain "Mbak Iyya mau makan apa?" dijawabnya "mau makan kerupuk"; karena di rumah ada stok kerupuk udang yang masih mentah.. ku gorenglah kerupuk itu. Setelah matang, segera ku berikan kepadanya. Alih-alih dimakan, ternyata bukan kerupuk itu yang dimau mbak Iyya.. dia maunya kerupuk besar, bulat yang warnanya kuning 😅. Untung ada Ayah yang bisa membelikannya. Sepulang dari membeli kerupuk, Ayah langsung memberikannya ke Mbak Iyya, tetapi ditolak 😰. Mbak Iyya maunya dibeliin sama ibu, padahal ibu lagi menggendong dek Fazil yang lagi nggak mau pisah sama ibunya 😂. Andai aku bisa membelah diri, separuh aku akan menggendong dek Fazil dan separuh aku membelikan kerupuk buat Mbak Iyya 😄. Saat ku akali dengan pura-pura pergi sebentar lalu membawakan kerupuk yang tadi dibeli ayahnya pun.. Mbak Iyya tetap nggak mau, dia bilang "nggak enak mama.. paiit" 😅😅



S e l e n g k a p n y a